Pandangan

Seseorang dapat memberikan makna terhadap satu kejadian atupun arti dari sebuah kenyataan yang dilihatnya berdasarkan pikirannya. Arti tersebut kadang tanpa disadari membentuk satu pola pikir atau pandangan bagi hidupnya dalam melihat hal tersebut.

Apa yang dilihat ataupun dirasakan bisa baik dan buruk, itulah arti pandangan bagi diri kita. Semua akan terbentuk di dalam sel-sel pikiran kita yang paling dalam dan suatu saat mungkin akan mencuat kembali kepikiran kita. Apakah pandangan tersebut benar? atau salah? bagi kita sendiri mungkin dapat kita simpulkan mana benar dan salah, tetapi bagi orang lain belum tentu memiliki pandandan atau rasa yang sama bagi diri kita. Egoiskah kita sebagai manusia? kadang dengan hanya berbeda pandangan kita dapat menimbulkan rasa sakit hati dan perpecahan! Mempertahankan satu hal yang menurut kita benar akan berakibat besar kepada kita apabila ternyata memberi efek yang merugikan kepada orang lain. Kenapa dalam memandang satu masalah kita kadang terus menerus membicarakan perbedaannya dan mencari pembenaran pandangan? Bukankah sebaiknya kita melihat persamaannya dan berjalan dengan dasar tersebut? Mudah-mudahan dapat berjalan dengan baik kesemuanya…mudah-mudahan!

Pandangan kadang menjadikan kita seorang superior apabila hal tersebut tidak dapat diimbangi dengan rasa rendah hati…akan berakibat fatal kepada kita sebab kita mesti ingat bahwa kita adalah manusia yang kalah apabila berdiri sendiri! Kadang kita sangat sulit menerima pandangan orang lain, padahal mungkin pun orang lain berpikir sama dengan kita!

Ada satu cerita yang sangat menarik…….

Di sebuah dusun di daerah Negara Perancis, desa tersebut merupakan desa penghasil anggur yang baik bagi Perancis. Dan uniknya ada satu tradisi dari masyarakat desa tersebut apabila setelah musim panen dan pengolahan anggur, mereka akan berpesta bersama seluruh warga desa tersebut dengan mencicipi anggur kumpulan mereka. Dan kebiasaan ini telah berjalan ratusan tahun lamanya! Kebiasaan yang menyenangkan bagi masyarakat desa tersebut. Masyarakat desa tersebut diminta memberikan 5 liter anggur hasil panen mereka ke dalam satu tong sangat besar yang nantinya akan dibagikan keseluruh masyarakat desa saat pesta tersebut.

Pada saat dimulainya pesta, seperti biasa sang pejabat desa atau Kepala Desa memberikan sambutan awal dan membagikan anggur tersebut. Dengan sambutan seperti tahun sebelumnya Kades bersemangat dengan menceritakan hasil anggur desa mereka….dengan ekspresi meledak ledak! Kemudian setelah itu Kades mempersilahkan secara bersamaan masyarakat untuk bersama-sama meneguk minuman tersebut! Cheers…………….!!!!!!
Saat air menyentuh bibir masyarakat dengan spontan mereka memuntahkan air tersebut dengan mata melotot dan terbengong! Kenapa? Ternyata rasa anggur tersebut adalah sangat tawar! Anggur berasa tawar? Apa yang sedang terjadi? Disaat kesunyian, pecahlah kesunyian dengan suara Kades yang parau dengan memulai kalimat : “Huh!!! Siapa yang memberikan air tawar ke dalam tong ini? Bukan anggur?”. Semua terdiam disaat itu………dan Kades melihat ke seorang tua kurus yang sedang terbengong dan pucat….dan Kades berkata: “Hey, aku lihat tadi kamu mengisi dengan air tawar!!! Kesini kamu!” dan Kades menyeretnya ke kantornya untuk diminta pertanggungjawaban. Kemudian tidak lama pestapun bubar dan tradisi gagal dilaksanakan!!!!!

Setelah Kades memproses bapak tua tersebut, dia duduk sendiri di ruangnya dan termenung sambil berpikir : “Bagaimana mungkin rasanya bisa jadi tawar? Dari ukuran tong yang sangat besar tersebut saya hanya menuangkan 5 liter air tawar saja! Koq rasanya menjadi semua tawar?” Pikir si Kades sangat keras hingga tertidur.

Disaat yang sama pula ternyata ditiap ruang rumah para kepala keluarga pun berpikir yang sama dengan Kades…:”Koq saya hanya menuang 5 liter air tawar saja kenapa semua menjadi tawar?”…………………………………….dan mereka memeriksa simpanan mereka anggur hasil panen 5 liter di dalam ruangan lain dan merasakannya…ternyata anggur tersebut sangat berasa anggur!!!
Pikirkanlah cerita tersebut dan buatlah suatu pandangan tentangnya!

Ternyata pandangan kita terhadap suatu hal dan hanya mementingkan diri sendiri ternyata bukan hanya kita sendiri yang dapat berpikir seperti itu, tetapi semua orang berpikiran sama sehingga membentuk satu budaya kebohongan yang menghancurkan tradisi ratusan tahun!!!!!!!!!

Pandangan…pandangan…kadang membuat kita salah dan kadang menjerumuskan kita ke hal yang berakibat kepada kita sendiri! Pandangan merupakan pola kita melihat tapi janganlah kita tidak melihat pandangan orang lain dan rubahlah bila ternyata berdampak buruk bagi kebanyakan orang! Belajarlah bersabar dan menghargai arti kejujuran.

4 Tanggapan ke “Pandangan”

  1. Manusia memang secara alamiah atau otomatis membentuk “persepsi” terhadap dunia jadi “persepsi” adalah hak asasi setiap individu. Tantangannya “persepsi” biasanya “hidden” atau tidak terlihat. Selama atau yang penting setiap individu “sadar persepsi”-nya dan berusaha “meng-eksplorasi persepsi” orang lain atau pun “terbuka untuk dieksplorasi” orang lain maka “DUNIA AMAN”. Jabat Erat….

  2. Hi HERO!!

  3. Hi HERO! :P

  4. Perception is human tought, truth is above all. Truth can’t be hidden whatever you name it………..

Tinggalkan Balasan