Cinta dan Peluru

Seorang koboy dari Ngawi sedang berjalan sendirian ditengah kota yang sangat sepi, berjalan dengan menggigit cerutu produksi PTP jember di mulutnya. Koboy Ngawi ini bernama Charles Ngadimi, seorang peranakan indonesia dengan campuran antara Ngawi dan Australia. Dia berjalan di satu kota yang bernama Magetan untuk mencari seorang buronan pemerintah dengan imbalan hadiah yang cukup besar.

Sedikit kita kembali untuk menceritakan profil dari Charles Ngadimi dalam aksinya sebagai koboy. Dia pernah menangkap buronan kelas satu pemerintah di daerah Lereh Papua, semenjak itu namanya makin menggetarkan dunia per koboyan. Sebab Mardince “Brutal X-Killer” si buronan terkenal kejam dan sadis dalam melaksanakan berbagai kejahatan dan pembunuhan. Sekali waktu Mardince pernah membunuh sekaligus memakan korbannya dalam sekali tembakan pistol merk Remington, dengan gerakan yang nyaris tanpa suara dan gerakan……. korban tersebut bergelimpangan! bayangkan kecepatan dan insting dari Mardince!!!

Sejak saat penangkapan yang dilakukan Charles Ngadimi terhadap Mardince namanya melambung tinggi sebagai “The One Bounty Hunter”! Saat ini Ngadimi sedang mencari buronan sambil ingin kembali ke kampung halamannya. Dan buronan ini berjuluk “SkyGirl” dengan nama asli Suratmi. Dia seorang gadis pencuri harta dan hati para korbannya, sangat licin dan sulit dipegang! Tetapi setelah dikuras habis biasanya Suratmi akan membunuh korbannya tidak menggunakan tangannya sendiri. Perlengkapan Skygirl membuat seakan disesuaikan dengan julukannya, menggunakan pistol Glock dan browning yang terkenal ringkas dan ringan.

Karena itulah Ngadimi memasuki kawasan tersebut, diikuti dengan pandangan mata tajam dan naluri kewaspadaan yang tinggi. Dipinggir sebuah jalan dia melihat seorang wanita terisak-isak tetunduk menangis dengan sedihnya! Jiwa Hero Ngadimi selalu mengalir dan menghampiri wanita tersebut dan memegang pundaknya agar dapat melihat wajah dari wanita tersebut. Sambil berkata : “Ada yang dapat saya bantu…ibu atau mbak?” Sesaat menengadahlah paras ayu nan indah kepada Ngadimi, dengan terisak dan berkata : “Ra popo Mas…! Uhuk…” kemudian memegang dan berpeluk ditangan sang koboy.

Seorang laki-laki yang selama ini hanya mengejar karier dan kepuasaan dunia tanpa memikirkan diri sendiri apalagi berdekatan dengan wanita bila bersentuhan dengan lawan jenis akan tergetar jiwanya seperti halnya yang terjadi kepada sang koboy kita! Persepsi, akal sehat, tujuan dan sebagainya hilang begitu saja dikarenakan ada perasaan yang tidak bisa dilawannya tersebut. Ngadimi mengalami cinta pada pandangan pertama (Seperti lagu Chrisye..)…akhirnya dengan gaya laki-lakinya Ngadimi bercerita dan menolong si wanita tersebut untuk berdiri dan berjalan bersama dengannya.

Lama kelamaan berjalan tanpa arah dan tujuan keduanya (atau setidaknya koboy kita seorang) membuat keputusan didalam hati bahwa mereka jatuh cinta. Dan beristirahatlah mereka di kota Magetan tersebut. Hari berganti hari dan Ngadimi lupa akan tujuannya datang kesini, tetapi hal lain yang diperolehnya yaitu Cinta!! Hal tersebut yang mengalahkan segalanya.

Seiring dengan waktu Ngadimi makin lemah dengan wanita tersebut dan pada hari Sabtu Pahing mereka berbicara berdua tentang hal yang lebih serius. Ngadimi mengajak Imtar untuk kembali ke kampung halamannya dan bertemu keluarganya dan Imtar pun menyanggupi hanya dengan satu syarat mudah! “Buktikan cintamu seperti engkau rela mengorbankan jiwamu untukku!”………”Baiik…” Ngadimi sambil mengeluarkan pistol Berettanya dan menodongkan kepalanya sendiri! Saat itu Imtar tersenyum dalam hati….dan berkata : “Hanya sebatas itu cintamu? Baiklah”…….dan Ngadimi langsung menyambut : “Tidak Imtar……ini buktinya! dor…..pecahlah kepala Ngadimi sang koboy kita yang terkenal dengan julukan “The One Bounty Hunter”…..tewaslah dengan sempurna Sang Koboy kita!

Tidak lama kemudian hal tersebut diproses oleh kepolisian magetan dengan saksi kunci Imtar sendiri, tetapi kasus ini adalah kasus bunuh diri. Sehingga Imtar kembali seorang diri. Saat itu Imtar pergi ke puncak gunung Lawu menemui dedengkot dunia hitam..“Sophisticated Man in World” dan berkata : “Mr. Sophi, saya telah berhasil membunuh “The One Bounty Hunter” dan saya menagih hadiahnya?”….akhirnya Suratmi atau Imtar menerima hadiah tersebut dan tertawa lebar!!!! Hahaha…….Kesatria kalah dengan Cinta dan Peluru!!!!!!!

Manusia memang dicipatakan sebagai mahluk yang kalah, banyak hal dalam kehidupan yang membuat terkadang pikiran kita menjadi bias dan tidak fokus, antara lain : Uang, cinta, kehormatan, pengakuan dan lainnya. Hanya dengan permainan pikiran seorang manusia memperoleh berbagai hasil di dunia ini. Pembentukan opini atau persepsi yang mempunyai maksud ketidakjujuran sangatlah dapat berbahaya bagi umat manusia…inilah keterbatasan manusia yang memang diciptakan kalah apabila dia tidak bersama unsur Yang Menang! Tetapi kembali selain daripada faktor penentu tersebut, kejujuran, kesabaran ataupun sifat lain yang dicontohkan Rasul kita sangatlah dapat membantu kita dalam mengarungi proses kehidupan kita di dunia ini. Tetapi kesadaran akan itu harus kita tanamkan dan kita mulai laksanakan pada diri kita sendiri terlebih dahulu…agar tidak ada hal seperti Sang Koboy kita!

[Cerita fiktif belaka, apabila ada kesamaan nama, tempat dan sebagainya : Mohon Maaf yang sebesar-besarnya!]

Satu Tanggapan ke “Cinta dan Peluru”

  1. Sang koboy yang keblinger (Jw. terlena). Sangat bagus dan inspiring bang, bisa dibuat cerbung kalau ada lakon lain. :)

    Salute,
    Andhi

Tinggalkan Balasan